Berpikir Dengan Hati

Rizki Fasa Ramdhani
Medical Student of Padjadjaran University

menonton video ini mengingatkan saya kembali ketika akan mencalonkan menjadi sekjenter ISMKI.

Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil meskipun hanya menjadi calon.

dan saya bersyukur karenanya

Percaya

dalam termangu ku menghembus
dalam sepi ku bersedih
dalam isak ku berpikir
sudah

dalam kekosongan ku berharap
dalam cahaya ku bersyukur
sudah

pedang menusuk hati
batin menjaga diri

sudah saatnya kita maju
hingga laut mempertemukan kita

Rasa Hormat

Pengikisan rasa hormat semakin menjadi-jadi dewasa ini. Di jalanan para pengendara saling tidak menunjukkan rasa hormat di antara sesama pengguna jalan. Semua bergerak dengan egoisme masing-masing. Tidak peduli dengan hak-hak pengguna jalan lainnya . Pengedara mobil yang saling  menyerobot, pengendara angkutan umum yang suka berhenti semaunya, pengendara motor yang mengedarai kendaraannya pada trotoar, dan yang paling miris adalah ketika mobil Ambulans atau Pemadam Kebakaran yang jalanannya tertutup oleh pengendara lain padahal saat itu ambulans membawa pasien yang sedang dalam kondisi kritis dan pemadam kebakaran yang akan menghadapi kobaran api yang besar. Dan konon katanya, jalanan adalah cerminan suatu bangsa.

Tidak hanya dalam jalanan, rasa hormatpun mengalami pengikisan di tatanan akademik baik itu di sekolah ataupun di kampus. Akan tetapi yang harus di garis bawahi adalah bentuk penghormatan yang masih melekat dari beberapa generasi tua kita yang pada zamannya bentuk penghormatan zaman feodalisme. Bila diibaratkan guru adalah penguasa dan murid adalah pribumi dimana murid harus mengikuti apapun kata seorang penguasa. Mungkin hal ini timbul karena bentuk Pendidikan Zaman Belanda yang masih melekat. Mungkin beberapa berpendapat pada zaman tersebut bentuk pendidikan yang keras dan menekan bisa menciptakan rasa hormat dan etika yang baik terhadap yang tua. Dibandingkan zaman sekrang yang penus akan kebebasan untuk berekspresi malah menurunkan bentuk rasa penghormatan terhadap guru kita.

Akan tetapi bentuk rasa hormat seperti apakah yang kita mau atas dasar hal yang keras atau kelembutan yang keduanya disertai rasa kasih sayang yang penting untuk pendidikan bangsa kita saat ini? Mungkin ada baiknya kita bercermin kepada diri kita sendiri saja terlebih dahulu apakah kita sudah menghormati para guru kita? Rasa Hormat seperti kepada kedua orang tua kita. Rasa hormat berlandaskan kekeluargaan. Dimana kita menerima apapun sifat, watak ataupun karakteristik dari keluarga kita. Ayah yang tegas dan ibu yang lembut

Dalam ajaran yang sederhana, Rasulullah SAW pernah menyampaikan masalah hormat menghormati ini. Di dalam haditsnya, beliau bersabda : “bukan dari umatku orang yang tidak belas kasih kepada yang lebih kecil (muda) dan tidak menghargai kehormatan yang tua”. (HR.Abu Daud dan at-Tirmidzy).

Rasa hormat telah hilang dari sekeliling kita, sehingga ia menjadi sesuatu yang langka diantara kita, salah satu penyebabnya adalah tidak satunya perbuatan dan perkataan diantara kita. Sedikit sekali orang yang yang mampu menjada kejujuran katanya dengan perbuatannya. Ketika kata-kata dan perbuatan tidak bertemu hal tersebut justru mengikis secara perlahan rasa hormat dan kepercayaan pun perlahan luntur.

Langkah pertama kita untuk kembali membangun rasa hormat, dan menumbuhkannya di sekeliling kita, adalah dengan menyatukan kata dan perbuatan. Mulai dengan diri sendiri, dengan mendisiplinkan diri untuk menjaga kejujuran dalam bersikap dan bertindak. Seandainya setiap diri berusaha untuk menjaga kejujuran, niscaya rasa hormat akan dengan mudah tumbuh dengan subur.

salah satu video anak bangsa membangun sisi optimisme dalam kegelapan harapan terhadap bangsa AKU PEDULI ! KAMU ?

[Flash 9 is required to listen to audio.]

rgardhika:

Just For Fun, itu nama band iseng2 kami. knp judul lagunya juni? well, sebenarnya lagu ini berisikan kisah nyata dari curahan hati vokalis kami. dia terlibat konflik batin dengan wanita bernama juni.. secara kreatif, insan ridho membungkusnya melalui lagu ini hehe. masi banyak kekurangan disana sini memang, namun hobby dan hasrat bermusik kami alhamdulillah tersalurkan :D

Rizki Fasa - Vocalist, FK UNPAD 2009
Insan Ridho - Guitarist, backing vocal 1, Teknik Mesin ITB 2009
Regiasa Gardhika - Bassist, backing vocal 2, Matematika ITB 2009
Senoaji Widianto - Keyboardist, Teknik Industri Itenas 2009
Sanditya Fadli - Drummer, FK UNPAD 2009
Muhammad Marikar Arsy - Saxophonist, FK UNPAD 2009 

JUNI

Harus kuakui cintaku hanyalah untuk dirimu
 

Harus kuakui kaulah yg terindah dalam hidupku

(*)
(Tetapi kau) menghilang
 

(Dan bercinta) bersama dirinya

(Kuanggap kau) aku disini sendiri

 

(Reff)
Dirimu, hanyalah dalam khayalku

Dirimu, hanyalah mimpi bagiku

 

Dirimu, hanyalah angan palsuku

Kamu pergi dan takkan kembali

Harus ku akui kaulah yg terindah dalam hidupku
Back to (*) Reff2x 

3 months ago - 3

raishapi:

miris. smokers, please watch this. 

raishapi:

hidayatulhusna:

foto-foto tersebut mewakili #salah satu hal UNIK saat UJIAN di FKUP.. :)

keluarga FK UNPAAAAD ({})

Video pemilihan sekjenter ISMKI

Datang dengan semangat yang membara, ingin membawa kebaikan untuk Indonesia

Vote Rizki Fasa sebagai sekjenter ISMKI 2012


dari video ini mengupas kacamata baru saya mengenai pendapat oranglain terhadap saya ketika mereka kenal dengan saya. terdiri atas mahasiswa dari fakultas kedokteran dari universitas yg berbeda dan mengenal mereka merupakan suatu angugrah

terimakasih untuk semua dukungan dan doanya

meski saya tidak menjadi seorang sekjenter, tetapi saya membuktikan aksi saya dari “passion without action just like an illusion”

4 months ago

badzlinaanindyka:

Akhirnya keluar juga videoklip Tulus - Sewindu <3

(via raishapi)

ketika d suruh googling oleh teman untuk melihat suatu rumus matematika yang membingungkan awalnya saya baca tetapi setelah mendapatkan hasilnya.
satu kata muncul seketika, karena ternyata matematika dapat membentuk suatu parabola yang indah. walau tidak berbentuk hati secara sempurna tapi kagum dengan bentuknya.
bisa jadi bahan nih untuk di coba :D

ketika d suruh googling oleh teman untuk melihat suatu rumus matematika yang membingungkan awalnya saya baca tetapi setelah mendapatkan hasilnya.

satu kata muncul seketika, karena ternyata matematika dapat membentuk suatu parabola yang indah. walau tidak berbentuk hati secara sempurna tapi kagum dengan bentuknya.

bisa jadi bahan nih untuk di coba :D